Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"

Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"
Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"

Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi

Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi
Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi

timor-leste-asia-map marissa haque & ikang fawzi

timor-leste-asia-map marissa haque  & ikang fawzi
timor-leste-asia-map marissa haque & ikang fawzi

Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES

Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES
Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES

Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, ma

Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, ma
Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, march 2012

Kamis, 20 Desember 2012

Kuliah Umum Ekonomi Syariah di FE UMB Minggu Lalu: Marissa Haque Fawzi


KULIAH UMUM PENGEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Fakultas ekonomi  universitas muhammadiyah bengkulu, kemarin pada tanggal 11 Desember 2012, bertempat di auditorium kampus II UMB, jl salak raya pada pukul 13:30 wib menngadakan kuliah umum tentang ekonomi syariah, acara ini diharapkan sebagai cikal bakal akan dibukanya Program Studi Ekonomi Syari’ah di Fakultas Ekonomi – UMB Dimana sebagai narasumber pada kuliah umum ini yaitu Dr. Hj. Marissa Grace Haque, SH, MHum, M.BA yang disela kesibukan beliau berkenan untuk memberikan materi kuliah umum ekonomi syariah untuk fakultas ekonomi – UMB (Universitas Muhammadiyah Bengkulu).

Diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi segenap civitas akademika fakultas ekonomi – umb, Pada kesempatan kuliah umum kali ini, dihadiri oleh rektor umb yaitu bapak Dr. H. Khairil beserta ke-empat purek umb, antusias peserta sangat terlihat dengan penuh sesaknya ruangan auditorium oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi – UMB. Suasanan di acara tersebut walau penuh sehingga suhu nya menjadi panas, namun acara berlangsung dengan semangat, hal ini membuat waktu tak terasa berjalan telah pukul 16:30.  Acara tersebut ditutup dengan seksi tanya jawab.

Sebelum meninggalkan kampus II– UMB pihak panitia dan narasumber berbincang – bincang ringan di ruang rektorat, tak lupa pula sebagai kenang – kenangan civitas akademik FE – UMB memberikan oleh– leh khas bengkulu. Kepada ibu Dr. Hj. Marissa Grace Haque,SH, MHum, M.BA segenap civitas akademik Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan ibu dan kuliah umum yang telah ibu sampaikan. Kami berharap meninggalkan kesan yang baik dan juga berharap suatu saat nanti. Ibu berkenan hadir kembali dalam acara yang lain.

Rabu, 03 Oktober 2012

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”



Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/10/03/basu-swastha-dharmmestha-making-batik-and-marketing-it.html
 
(JP/Slamet Susanto)
(JP/Slamet Susanto)

Professors of economics with marketing expertise can be found at various universities, but economists engaged in the art of batik painting are rare. Among the few is Basu Swastha Dharmmestha.

Combining marketing and art is what the man with an MBA who is a marketing lecturer at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has been doing.

Having learned to draw during childhood, in his high school years Basu also practiced batik painting while apprenticed with Javanese dance maestro and batik artist Bagong Kussudiardjo in his workshop in Yogyakarta.

Basu continued to paint with his first work, Burung Hantu (Owl), produced in 1968, followed by Keburukan vs Kebaikan (Evil vs Virtue, 1973), Ikan (Fish, 1980) and Dua Prajurit Pandawa (Two Pandava Soldiers, 1985).

From 1985 to 2010, Basu went on hiatus from painting to focus on teaching.

“In 2010, I visited an exhibition at the Jogja Expo Center (JEC). I was given a canvas to paint. Since then I’ve started batik painting again,” he said. Now with his hundreds of batik works, Basu hopes that through pictures, batik — already recognized by UNESCO as a world heritage item — will become even more popular around the world.

The demise of batik figures in Yogyakarta such as Bambang Utoro, Bagong Kussudiardjo and Amri Yahya has further motivated him. “I want to keep learning and painting to succeed the batik specialists, especially after the passing of Amri Yahya,” said Basu.

Basu avoids being trapped in certain batik design schools. His paintings constitute a blend of contemporary, naturalistic and abstract elements, all in a decorative style.

Through batik images, Basu also wishes to convey a message of peace. His fish motifs, for instance, depict the dynamic sea animals’ ability to adapt rapidly.

“Conflict is unnecessary. Adapting ourselves to current conditions and the world is something beautiful. It’s the philosophy of my fish patterns,” said the father of four.

Apart from fish, Basu also has adopted many wayang (shadow puppet) characters, particularly the Pandava brothers of the Hindu epic Mahabharata. With their lofty values, wayang figures are also seen as compatible with the science of marketing.

“We should identify our consumers. Europeans are fond of ethnic objects and wayang designs are ethnic in nature,” he said. Without a doubt, his wayang canvases are being collected by his overseas friends and foreign tourists.

“Such works will further globalize batik while communicating the noble values of wayang and the high integrity of the Pandavas as models of excellent conduct,” he said.

Basu shares his artistic talent with his family, related by blood to the late distinguished choreographer and batik painter Bagong Kussudiardjo.

To mark his return to the art world, Basu held a solo exhibition at the Koesnadi Hardjasumantri Cultural Center at UGM recently, displaying 54 works from 1968 to 2012 under the theme “The awakening of batik painting to make the world worth living”.

A book, Batik Lukis Basu SD (Batik Paintings of Basu SD), written by artists Marissa Haque and Meta Ayu Thereskova, was also launched at the event.

“I’m very interested in his work and feel grateful for participating in the efforts of Basu Swastha, an economist who combines marketing science and art,” Marissa said.

Today, the professor divides his time between teaching and art. “I have my family’s support. After retirement I’m going to be focusing on the art of batik painting and make batik even more famous the world over,” he said.

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”

Minggu, 16 September 2012

“Kami Bangga Melihat Penampilan Putra Pertama Presiden SBY: Ikang Fawzi & Marissa Haque”

 

inspirasi_mannheim_jerman_barat_ikang_fawzi__marisa_haque_pg1
Di masa depan kita semua butuh pemimpin seperti putra sulung Presiden SBY, yang rekaman pada youtube.com ini menginspirasi keluarga kecil kami yang terdiri dari Ikang dan Marissa serta Isabella dan Chikita.

Selamat Pak Presiden dan Bu Ani, pendidikan untuk kedua putranya subhanallah luar biasa. Kami akan meniru seluruh langkah positif sebagai contoh hidup yang telah diberikan kepada masyarakat Indonesia secara luas.

 
http://www.youtube.com/watch?v=64kwnP3V9KA&feature=related



Semoga kebaikan yang ditunjukkan berkelanjutan adanya.

Doa, Ikang Fawzi & Marissa Haque


“Kami Bangga Melihat Penampilan Putra Pertama Presiden SBY: Ikang Fawzi & Marissa Haque”

Jumat, 14 September 2012

Masuk PAN Demi Ikang Fawzi : Marissa Haque Fawzi


Momen Terakhir Marissa Haque Ditawari Masuk PAN

Interview oleh beberapa anak asuhku:
Oleh karena ingin memberi contoh kekompakan suami dan istri di rumah, saya Marissa Grace Haque Fawzi dengan kesadaran penuh pada usia emas kami berdua (Ikang dan Marissa), memilih mengikuti pilihan partai politik suami di PAN. Jadi atau tidak jadi ikutan pemilihan legislatif kelas untuk tahun 2014 tidak akan menjadi masalah besar bagi kami. Karena memang ternyata kebersamaan di dalam keluarga adalah segalanya. 

Insya Allah demikian adanya...

Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/07/28/momen-terakhir-marissa-haque-ditawari-masuk-pan


BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Artis bintang film Marissa Haque kini bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Tribun Jakarta/Bian Harnansa

"Saya dilamar Pak Hatta (Ketua Umum PAN Hatta Rajasa) bergabung PAN," kata Marissa di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Marissa sebelumnya dikenal sebagai politisi dari PDIP dan PPP. Mundur dari anggota DPR periode 2004-2009 lalu, Marissa memilih dicalonkan gubernur Banten.

"Ini momen terakhir saya untuk berpartai," kata Marissa.

Dikatakan Marissa, ketertarikannya masuk PAN juga didorong oleh suaminya Ikang Fawzi yang merupakan kader PAN sejak lama. "Saya juga dibujuk-bujuk suami. Ikang tahu saya tidak bisa dipaksa," ujarnya lalu tertawa.

Bergabung dengan PAN, Marissa rencananya akan mencalonkan diri sebagai Anggota DPR dari Dapil Bogor.

"Saya tahu medan di Bogor makanya maju dari sana. PAN harus kerja di Pemilu 2014 untuk mendapatkan treshold," kata dia.


Masuk PAN Demi Ikang Fawzi : Marissa Haque Fawzi

Selasa, 04 September 2012

Pasca ke Dili: "Langkah Dua Artis Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi)"

Selasa, 04 September 2012 , 15:52:00 WIB

KOALISI MARISSA-ZUMI



Dua artis alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi) bakal berkoalisi dan kolaborasi di Provinsi Jambi melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut artis yang baru bergabung di PAN ini, dirinya kemungkinan besar bakal berkoalisi dengan Zumi di Jambi. Wacana koalisi ini muncul begitu saja, saat keduanya menghadiri pernikahan puteri Menhut Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.  
 Sumber: http://www.rmol.co/read/2012/09/04/76818/KOALISI-MARISSA-ZUMI-


ARI PURWANTO/ISTIMEWA


"Langkah Dua Artis Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi)"

Rabu, 22 Agustus 2012

Pasca Program di Timor Leste: "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

0ae04f3b17f901d5baa60401411d9596_marissa-haque-diajak-ikang-fawzi-masuk-pan_600x336

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/

Dulu saat kuliah film di Athens, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 2003 saya terpilih menjadi anggota Legislatif dari PDIP, dan sekarang pada tahun 2012 saya dipersiapkan oleh Pak Hatta Rajasa untuk menjadi Bacaleg PAN.

Tiba-tiba saya teringat kepada Dominika Dittwald sahabatku dulu saat kuliah di sana, Dominika sudah MFA dan saya tidak menyelesaikan sekolah filmku karena harus mengabdi kepada rakyat di Senayan.

Namun atas ijin Allah dan doa semua kerabat dan sahabat yang dekat di hati, hari ini alhamdulillah pendidikan saya mumpuni. Sudah menjadi Doktor dan siap insya Allah menjawab tantangan zaman.  

Thank You Allah...
6984ee2aaef7552dbc59b3dac09f1db7_dominika-dittwald-mfa-and-dr-marissa-haque-fawzi-sh-mhum-mba-mh_600x574


Dominika Dittwald dan Marissa Haque Fawzi: Persahabatan adalah Selamanya




Marissa Haque Fawzi:  "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

Senin, 16 April 2012

"Marissa Haque: Suamiku Ikang Fawzi Alhamdulillah di Panggung Selalu Enerjik & Terus Berkarya"


Minggu, 15 April 2012
Ikang Fawzi Enerjik di Panggung & Terus Berkarya 
Cakung, Wartakotalive.com
Sumber: http://www.wartakotalive.com/detil/berita/79529/Ikang-Fawzi-Enerjik-di-Panggung-Terus-Berkarya 


Meski usia sudah kepala lima, tak membuat penyanyi rock Ikang Fawzi (52) loyo saat beraksi di panggung dan juga berkarya. Rocker yang memiliki ciri khas suara serak-serak ini terlihat masih tetap energik berkolabarasi bersama Platinoem Band.

Seperti diketahui, Platinoem Band menggarap lagu The Winner yang dilantunkan bersama Ikang untuk Ost film Negeri Lima Menara yang cukup sukses di pasaran.

"Bukan berarti saya lupa umur, rajin olahraga, jaga makanan yang kita konsumsi, dan hidup tetap semangat membuat saya tetap bisa seperti sekarang ini," kata Ikang disela-sela tampil bersama Platinoem Band di acara peresmian Gedung J5 Universitas Gunadarma di Sentra Primer Baru Timur, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (13/4) sore.

Selain tetap energik di panggung, suami artis Marissa Haque tetap terus berkarya. bapak dua anak ini tengah merampungkan album solo terbarunya. "Saya lagi menyiapkan album solo. Judulnya In Love With. Sekarang tinggal mixing, sudah 90 persen karena ada banyak diskusi juga untuk video klip," kata Ikang.

Di album terbarunya ini, pria kelahiran Jakarta 23 Oktober 1959 menuturkan, untuk konsep musiknya mengusung konsep unplugged. "Konsepnya bukan rock, tapi unplugged karena saya ingin tampil beda. Saya kira konsep itu sesuai dengan usia dan penggemar saya sekarang karena masih bertema cinta," kata Ikang mengaku tetap optimis dan tak terlalu khawatir dan bahkan bahkan tak ambil pusing jika album barunya itu tak laku di pasaran.

"Saya hanya menargetkan untuk komunitas. Jadi tidak terlalu muluk dalam penjualan album. Kebetulan saya punya komunitas banyak. Laku 1.000 saja sudah untung," tandasnya.

Dan singgung kolaborasi bersama Platinoem Band , rocker yang juga menekuni bisnis properti ini memberikan apresiasi kepada Universitas Gunadarma yang memberikan keleluasan bagi mahasiswa?mahasiswinya untuk mengaktualisasikan dirinya di luar kuliah.

"Ini terbukti dengan terbentuknya Platinoem Band yang selama ini di suport kampusnya terbukti sudah berkarya dan menciptakan lagu The Winner yang menjadi kompilasi Ost film Negeri Lima Menara yang cukup sukses,"ujar Ikang

Pada kesempatan acara itu, Ikang selain melantunkan lagu The Winner bersama Sam, vokalis Platinoem, lewat iringan Platinoem, Ikang juga melantunkan beberapa lagu miliknya yang sudah tak asing di telinga, seperti Si Boy, Preman, hinga Permata Hitam. 

"Kami bangga bisa bernyanyi bersama legenda hidup rocker Indonesia yang hingga kini masih fit dan suaranya masih terjaga dengan baik," kata Sam, vokalis Platinoem.

"Marissa Haque: Suamiku Ikang Fawzi Alhamdulillah di Panggung Selalu Enerjik & Terus Berkarya"

Minggu, 18 Maret 2012

"Kiriman dari Bunda Endah Agustiana PhD Sahabat Bunda Marissa Haque di Ausaid, Dili , Timor Leste"

 


Liquica District, celebrating IWD 2012 with women and men farmers of Ministry of Agriculture and Fisheries, AusAID and AECID, promoting sweet potato to improve health and nutritional status
 "Kiriman dari Bunda Endah Agustiana PhD Sahabat Bunda Marissa Haque di Ausaid, Dili , Timor Leste"


Entri Populer