Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"

Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"
Marissa Haque Fawzi: "Hukum, Biologi, dan Matematika dalam Hidupku di IPB"

Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi

Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi
Prof.Dr. Meuthia Hatta & Dr. Marissa Haque Fawzi

timor-leste-asia-map marissa haque & ikang fawzi

timor-leste-asia-map marissa haque  & ikang fawzi
timor-leste-asia-map marissa haque & ikang fawzi

Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES

Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES
Study Hard and Working with Love (Endah Agustiana, PhD & Dr. Marissa Haque Fawzi) @Marissa_MES

Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, ma

Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, ma
Zenilda Xanana Gusmao, PhD, Endah Agustiana PhD, and Dr. Marissa Haque Fawzi, Dili, Timor Leste, march 2012

Sabtu, 03 Maret 2012

Enam Nelayan Indonesia Dibebaskan Timor Leste


Polhukam / Sabtu, 25 Februari 2012 03:52 WIB
 
Metrotvnews.com, Denpasar: Enam nelayan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur yang sebelumnya ditangkap Angkatan Laut Timor Leste (F-DTL), dipulangkan kembali ke Tanah Air. Enam nelayan tersebut tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Jumat (24/2) kemarin.

Enam nelayan itu diterima Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Syahrin Abdurrahman di kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai Bali didampingi Bupati Sinjai Sulawesi Selatan, Andi R Asapa serta Wakil Bupati Badung, Ketut Sudikerta.

Menurut Syahrin pemulangan nelayan itu merupakan upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melindungi para nelayan Indonesia melalui program Advokasi Nelayan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang dibantu juga pihak KBRI di Dili, Timor Leste dan pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

"Kami melakukan advokasi, dan mereka (keenam nelayan) itu dinyatakan tidak bersalah karena tidak ada pelanggaran," ujar Syahrin.

Keenam nelayan tersebut adalah Kaharudin, Ambotan, Sieta, Bahtiar, dan Ramsa asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, serta Lagi asal Alor NTT. Mereka  ditangkap aparat Angkatan Laut Timor Leste (F-DTL) 21 Desember 2011 di perairan Laspalos, Distrik Lautem, Timor Leste, yang berbatasan dengan Pulau Wetar, Maluku.

Mereka dituduh melakukan illegal fishing dan memasuki wilayah Timor Leste secara ilegal. Mereka sempat ditahan sebelum diserahkan ke KBRI. (MI/RIZ)

Entri Populer